Jumat (15/9/2023) – Dalam rangka menyambut Dies Natalis Ke-63 Fikom Unpad, Prodi Televisi dan Film bekerja sama dengan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Dirjen Kemendikbud Ristek untuk menyelenggarakan Pemutaran Film “Humba Dreams” dan Diskusi bersama Riri Riza yang mengusung tema “Film sebagai Media Eksplorasi Budaya, Kritik Sosial, dan Transformasi Sosial”. Acara tersebut mengambil tempat di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Fikom Unpad Official. Lebih dari 200 orang, yang terdiri dari mahasiswa Televisi dan Film serta mahasiswa Fikom Unpad, menghadiri acara pemutaran dan diskusi tersebut.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.H., S.Sos., M.Si., selaku Dekan Fikom Unpad. Dalam opening speech-nya, beliau juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk dapat menjadikan film tidak sekedar sebagai media hiburan dan tontonan belaka, tetapi juga sebagai sarana komunikasi serta media untuk melestarikan identitas budaya bangsa.
Dalam sambutan oleh Kepala Program Studi Televisi dan Film, Dr. Sri Seti Indriani S.IP., M.Si., turut menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan prodi untuk menjadi salah satu bagian dalam pertumbuhan perfilman Indonesia.
Pada acara ini, diadakan pula sosialisasi dan pengenalan program oleh Kepala Pokja Perizinan dan Arsip Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Dirjen Kemendikbud Ristek, Nuzul Kristanto, S.Sos. Terdapat berbagai program yang berada di bawah direktorat tersebut, di antaranya adalah Festival Film Indonesia, Indonesiana Film, Kompetisi Produksi Film Pendek (Kompro), serta program i/doclab. Harapannya program-program tersebut dapat memfasilitasi mahasiswa untuk dapat mengembangkan karya-karyanya.



Acara dilanjutkan dengan pemutaran film Humba Dreams yang berlangsung selama kurang lebih 75 menit. Humba Dreams merupakan film ke-14 karya sutradara ulung, Riri Riza. Film ini bercerita tentang perjalanan Martin, seorang mahasiswa film, untuk mengungkapkan pesan rahasia dalam wasiat dari mendiang ayahnya. Film yang mengambil latar di Sumba itu telah banyak mendapatkan penghargaan di ajang-ajang film, baik nasional maupun internasional. Di antaranya adalah sebagai berikut.
– CJ Entertainment Awards at the Asian Project Market (APM) Busan International Film Festival 2017
– World Premiere Shanghai International Film Festival 2019
– Focus on Asia Fukuoka International Film Festival 2019
– Indonesian Screen Awards Program 14th Jogja Netpac Asian Film Festival 2019
– Film Independen Non-Bioskop Reguler Terpilih Piala Maya 2019
– Penata Musik Terbaik Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 yang diraih oleh Aksan Sjuman
Setelah sesi pemutaran film, diskusi bersama sutradara Riri Riza pun digelar. Dosen Prodi Televisi dan Film, Lilis Puspitasari, S.Sos., M.Ikom., memoderatori secara langsung diskusi tersebut.


Bersama Riri Riza, diskusi tersebut membedah film Humba Dreams dari berbagai aspek. Tidak hanya membahas mengenai aspek kreatifnya, tetapi juga melakukan eksplorasi budaya, isu sosial, dan peran film dalam perubahan sosial. Selain itu, beliau juga menyampaikan betapa pentingnya menghormati budaya lokal dalam pembuatan film, sambil tetap menjaga aspek universal dalam narasinya.
Bagi Riri Riza, film merupakan cerminan dari pandangan dan visi misi pembuatnya, begitu pula dengan Humba Dreams. Film bukan hanya hiburan, melainkan juga jendela ke realitas yang beragam, memiliki kekuatan untuk memengaruhi emosi, serta memberikan pemahaman tentang kehidupan manusia, budaya, dan masyarakat. Oleh karenanya, film dapat mendorong perubahan positif dalam kehidupan.

Dengan digelarnya pemutaran dan diskusi ini, harapannya peserta dapat memahami dan mendalami pemahaman terkait nilai-nilai yang terkandung dalam film serta bagaimana film sebagai media dapat mempengaruhi perubahan dalam kehidupan dan masyarakat.
