Rendah, Inisiatif Media Dalam Reportase Korupsi

JAKARTA (PROTVF) : Tingkat perhatian media di Indonesia terhadap kasus korupsi di Indonesia relatif tinggi. Sayangnya inisiatif media dalam melakukan reportase untuk membongkar kasus korupsi sangat rendah. Media massa di Indonesia hanya mengandalkan siaran pers, jumpa pers dan liputan pengadilan kasus korupsi. Peneliti dan pengamat Komunikasi Korupsi, Dr Aceng Abdullah MSi yang juga Ketua Prodi TV Film Fikom Unpad mengungkapkan hal itu dalam Diskusi Media dan Korupsi yang diselenggarakan Ikatan Dokpor Ilmu Komunikasi (IDIK) Unpad di Jakarta belum lama ini. Tampil pula dalam diskusi ini, Komisioner KPK 2014 – 2019 Saut Situmorang, Komisioner KPI Mimah Susanti, serta Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong. Ihwal inisiatif media massa dalam pemberitaan korupsi ini, menurut Aceng Abdullah berdasarkan risetnya pada tahun 2012 dan 2017. “Dalam kurun lima tahun tidak ada perubahan inisiatif media massa dalam peliputan kasus korupsi” ungkapnya. Menurutnya, lemahnya inisiatif media dalam membongkar kasus korupsi ini disebabkan beberapa hal diantaranya, 1) Terbatasnya personal  liputan, 2). Beban kerja wartawan media harian yang sangat  padat. 3) Kurangnya keberanian media terhadap tuntutan hukum, 4). Kurangnya penguasaan reportase investigasi, serta, 5) Perhitungan komersial karena untuk melakukan investigasi dibutuhkan dana yang tidak kecil.
This shortcode LP Profile only use on the page Profile

Leave a Comment