Lanjut S3 ke Luar Negeri, Dosen TVF Ikuti Pelatihan DIKTI

Dalam rangka memersiapkan dosen untuk melaksanakan studi lanjut S3 ke luar negeri, setiap tahunnya Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan DIKTI (Ditjen DIKTI) rutin menyelenggarakan Pre-Overseas Training berupa Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI) bagi dosen tetap di lingkungan Kemenristekdikti. Salah satu dosen tetap yang terpilih untuk mengikuti program tersebut adalah Rangga Saptya Mohamad Permana, salah satu staf pengajar di Program Studi Televisi dan Film (Prodi TVF) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Program PKBI ini memberikan fasilitas bagi para peserta yang lulus kualifikasi berupa biaya pelatihan dan biaya hidup (living allowance) selama 3 bulan penuh, biaya transportasi pulang-pergi dari kota asal ke kota tempat pelatihan, serta biaya tes official IELTS sebanyak 2 kali pada pertengahan dan di akhir pelatihan.     Setelah melalui beberapa tahap seleksi yang ketat, terutama setelah melewati tahap pemberkasan dokumen yang cukup menyita tenaga dan waktu, Rangga dinyatakan terpilih untuk megikuti Program PKBI tahun 2019, berdasarkan surat Ditjen Dikti dengan nomor: B/105/D3/KD.06.00/2019 tertanggal 5 Agustus 2019 perihal Pengumuman Panggilan Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Bagi Dosen Tetap di Lingkungan Kemenristekdikti Tahun 2019. Rangga mengikuti program tersebut selama 3 bulan penuh, mulai tanggal 26 Agustus 2019 sampai dengan 26 November 2019 di Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur. Bisa dibilang, penyaringan para peserta PKBI dilakukan melalui proses seleksi yang memakan waktu cukup lama. Dokumen-dokumen yang dikumpulkan sebagai persyaratan pun harus dipersiapakan dengan baik. Beberapa dokumen yang harus diunggah melalui situs pendaftaran PKBI di antaranya salinan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL Institusional (ITP) minimal 500, atau TOEFL IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5,5), surat keterangan sehat dan bebas NAPZA, salinan ijazah dan transkrip nilai jenjang S2, dan tentu saja surat izin mengikuti pelatihan selama 3 bulan penuh dari pimpinan perguruan tinggi. Dengan berbekal sertifikat TOEFL dengan skor 527 dan dokumen persyaratan lainnya, Rangga berhasil terpilih menjadi salah satu dari 150 peserta Program PKBI 2019 (dari sekitar 5000-an pelamar program dari seluruh Indonesia), di mana dalam program ini, para peserta dibagi per 50 orang di 3 tempat kegiatan, yakni di Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Negeri Malang (UM). Mulai dari akhir Agustus hingga akhir November, selama 3 bulan penuh, Rangga menghabiskan hari-harinya menjalani Program PKBI 2019 dengan mengikuti serangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya mendalami dan berlatih materi-materi Bahasa Inggris yang diujikan dalam tes IELTS (Listening, Reading, Writing dan Speaking), sharing pengalaman mengenai cara hidup dan lingkungan akademik di laur negeri dalam kelas Academic and Social Orientation (ASO) bersama para dosen dan akademisi yang menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri, hingga beberapa kali mendatangi dan mengikuti seminar-seminar pendidikan yang diselenggarakan universitas-universitas atau lembaga pendidikan luar negeri (di antaranya mengikuti University of Melbourne Information Day 2019 dan EHEF 2019 di Surabaya). Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari kerja, Senin-Jumat, mulai dari pukul 07.00 – 15.00 WIB, di mana tiap harinya ada 4 courses/mata pelatihan yang harus diikuti. Program pelatihan tersebut juga diselingin oleh sesi clinic tiap hari Sabtu sebelum menghadapi Official Test IELTS. Total, selama 3 bulan, Rangga menempuh 7 kali tes, yang terdiri dari 5 kali tes internal yang diselenggarakan Pusat Bahasa Inggris UM (Pre-Test di awal program, 3 kali Progress Test yang diselenggarakan tiap bulan, dan Post-Test di akhir program) serta 2 kali Official Test IELTS. Berkat kerja keras, kerja cerdas, tidak pernah berhenti berlatih mandiri setiap harinya, dan membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris dalam bentuk komunikasi apapun selama 3 bulan program pelatihan, hasil Pre-Test Rangga yang hanya meraih overall score 5,5 di awal pelatihan, melonjak menjadi overall score 7,0 dan 7,5 dalam 2 kali Official Test IELTS. Alhasil, 2 sertifikat IELTS dengan skor overall tersebut dapat Rangga gunakan sebagai salah satu persyaratan masuk ke universitas tujuannya di luar negeri ataupun sebagai salah satu syarat utama untuk melamar beasiswa, baik itu yang diselenggarakan oleh instansi pemerintahan dalam negeri maupun luar negeri. Lanjut S3 ke luar negeri, sekarang bukan cuma mimpi!
This shortcode LP Profile only use on the page Profile

Leave a Comment