Program Studi Sarjana Televisi dan Film (selanjutnya Prodi Televisi dan Film) didirikan berdasarkan mandat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 309/E/O/2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program-program Studi Baru pada 12 Agustus 2014. Berdirinya Prodi Televisi dan Film dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan tayangan televisi dan film sebagai produk komunikasi massa yang mampu menyampaikan pesan kepada khalayak, bukan sekadar karya seni dan budaya. Dengan nilai Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prodi Televisi dan Film siap mencetak lulusan-lulusan terbaik untuk menunjang kebutuhan industri televisi dan film.
Prodi Televisi dan Film bertujuan untuk menghasilkan tiga profil lulusan, yaitu Line Produser, Kreatif, dan Media Analis. Tidak hanya itu, lulusan Prodi Televisi dan Film memiliki prospek kerja yang luas, mulai dari produser, videografer, editor, sutradara, tim kreatif program televisi, hingga script writer. Prodi Televisi dan Film mempersiapkan lulusan yang unggul di bidangnya dengan menyusun Kurikulum Outcome Based Education. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan merancang strategi promosi dan distribusi film; merancang jadwal, anggaran, dan fasilitas operasional produksi maupun pascaproduksi; menerapkan skenario untuk kebutuhan produksi; merancang produksi program televisi; serta merancang strategi pengadaan dan penempatan program televisi. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan untuk mampu menyusun ide program, merancang riset program, mengelola persiapan produksi, dan menyusun ide pengembangan program. Mahasiswa juga diharapkan untuk mampu melakukan riset kreatif dan evaluasi program televisi dan film, serta mampu merancang metode dan mengaplikasikan metode tersebut ke dalam sebuah riset kajian media televisi dan film.
Dalam usaha untuk mencapai kompetensi tersebut, Prodi Televisi dan Film merancang berbagai mata kuliah di bidang televisi dan film, di antaranya Manajemen Produksi Program Televisi dan Film, Kajian Televisi dan Film, Fotografi, Videografi, Tata Artistik, Tata Suara, Industri Televisi dan Film, Bisnis Media, Riset, serta Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Tidak hanya itu, mengingat Prodi Televisi dan Film berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komunikasi, Prodi Televisi dan Film juga menyusun mata kuliah seputar ilmu komunikasi, seperti Pengantar Komunikasi, Teori Komunikasi, Komunikasi Massa, Filsafat Komunikasi, dan Komunikasi Visual. Untuk mendukung mata kuliah tersebut, Prodi Televisi dan Film menggunakan beragam metode pembelajaran, antara lain Student Centre Learning (SCL), Hybrid Learning, dan praktikum.
